Kenapa DIII Analis Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung?

Sebenarnya saya juga tidak terpikir untuk masuk kesini sebelumnya. Tahun 2008 kemarin malah saya sudah berencana masuk meteorologi ITB(Blog sebelumnya). Tapi akan saya ceritakan mengapa akhirnya saya memilih jurusan ini.

Berawal dari kakak sepupu saya yang alumni analis poltekkes juga. Bersama dengan suaminya, mereka berdua sudah sukses mempunyai laboratorium sendiri di Palembang sekaligus menjadi PNS di Depkes. Itu yang membuat bapak saya semangat untuk masuk ke analis. Awalnya saya jelas tidak mau, saya tetap ingin ke pend.b.Jpg UPI. Tapi sudahlah, akhirnya daftar juga kesini.

Lanjut ke ujian tulisnya, saya sangat semangat melihat pengumumannya. Stelah download file PDF nya malem2, dan dibuka subuh2 dan nama saya ada di urutan 14 dari 115*cukup bangga*...

Yang ulus utul diwajibkan daftar ulang untuk ikut tes kesehatan di RSHS*bayar 185ribu*. Tes kesehatan ini bertujuan untuk memeriksa apakah peserta memiliki penyakit berat/tidak. Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan darah&urin, juga hasil rontgen paru-paru. Keadaan fisik sama sekali tidak pengaruh. Mau kurus/gemuk, berkacamata/tidak, tinggi/pendek(asal jgn <145cm), gigi lengkap/tidak itu tidak berpengaruh. Tidak mungkin kalau fisik menjadi penilaian utama(emangnya artis sinetron?).

Akhirnya tanggal 25 Juli tiba. Tapi hari ini saya harus ikut tes stikes a.yani karena sudah terlanjur beli form. Karena pengumuman belum ada di web, saya penasaran dan langsung ke direktorat poltekkes bandung di jl.eyckman. Dan Alhamdulillah saya diterima! Sudah tenang deh....tinggal daftar ulang&bayar2.




Berikut faktor yang menjadikan saya memilih Analis Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung:

- Dekat rumah

Lokasi kampus analis di jl.bbk loa(daerah gn batu juga), dekat dengan rumah saya jl.bbk radio. Saya bakal naek sepedah nanti mah...

- Biaya yang murah

Namanya juga sekolah negeri(milik Depkes). Biaya per-semester 1.8jt, walaupun masuknya bayar 9.2jt tapi kalau saya bandingkan dengan swasta jelas akan sangat jauh, DIII(3 tahun)

DIII Analis poltekkes 1.8jt~2jt x6=10.8jt~12jt

DIII Analis swasta 4jt~5jt x 6 = 24jt ~ 30jt

S1 UPI 1.5jt~2jt x 8 = 14jt ~ 16jt

S1 swasta 4jt~ 5jt x 8 = 32jt ~ 40 jt

Belum transport dll..... capek kalau mikir-mikir soal biaya mah...kecuali yg berduit mah tinggal tunjuk pengn sekolah dimana...

- Ilmu yang dipelajari

Di analis kesehatan akan dipelajari segala tentang kesehatan manusia. Dari penyakitnya, penyebabnya(virus, monera, protozoa), cara memeriksanya, dll. Katanya juga bakal meriksa jaringan rahim, sel kanker, ginjal. Pokonya tentang analisis kesehatan...Walaupun bukan dokter, tapi seorang analis bisa memerikasanya lho...malah dokter kan cuma memperkirakan pasien itu terkena penyakit apa lalu diberi rujukan untuk cek ke laboratorium. Nah itulah tugas analis kesehatan. Seandainya dari analisnya aja udah salah meriksa, dokter, suster, obat-obatannya juga bisa ikutan salah...

- Cepat kerja

Ya betul sekali, di website poltekkes bandung juga dijelaskan kalau lulusan analis itu palaing cepat terserap di dunia kerja. Dijamin ga bakanl nganggur...apalagi tahun 2010 nati kan sudah dimulai persaingan global. Nyari kerja saingannya juga bakal berdatanagn dari lura negeri.

- Pakai seragam !

Ini yang saya suka....jadi ga pusing-pusing milih baju. Mau dipake berapa hari juga ga akan ketauan(asal ga bau+kotor aja sih...). Coba kalau pake baju bebas, harus punya baju banyak ditambah pagaya-gaya tea....

Dan tetap cita-cita saya yang terbesar:

Pergi belajar/bekerja/berkunjung/penelitian atau apapun namanya ke JEPANG ! ! !

望んでいます・頑張っています

希望を届きます


1 comments:

visitor's countries

free counters
 

Blogger news

go green indonesia!

Blogroll

About